Pola Belajar Orang Dewasa


Pada saat Anda telah memutuskan menjadi seorang trainer, tentunya pemahaman siapa yang akan menjadi peserta kegiatan Anda perlu diperhatikan. Hal ini menjadi penting karena pada saat akan menyampaikan materi kepada anak- anak tentu berbeda saat memberikan materi kepada orang dewasa. Baik anak - anak maupun orang dewasa, masing - masing memiliki ciri khas tersendiri. Apabila Anda melihat dengan seksama, tentunya Anda sendiri pun sebagai orang dewasa tentu merasakan, model pembelajaran seperti apa yang paling menyenangkan bagi Anda, kan.

Pola belajar orang dewasa, pada dasarnya memiliki pola yang disebut dengan RAMP2FAME. Apa itu RAMP2FAME, mari kita bahas satu per satu lebih mendalam. RAMP2FAME adalah: Recency, Appropiateness, Motivations, Primacy, 2 Ways Communication, Feedback, Active Listening, Multisense Learning dan Exercise.

Recency adalah kebaharuan yang Anda tawarkan kepada peserta. Sebagai manusia dewasa mendapatkan informasi - informasi terkini dan terbaru adalah kebutuhan. Jadi apa yang baru di acara yang Anda bawakan dibandingkan dengan tempat lain yang menawarkan acara serupa? Approriateness merupakan kesesuaian materi yang Anda bawakan selama acara berlangsung apakah sejalan atau tidak dengan tema maupun topik pembahasan yang telah dipublikasikan? Apa bila tidak sejalan, maka ini akan berbahaya bagi Anda. Motivations. Orang dewasa senang pada saat mereka mendapatkan "insight" atau pemahaman baru dari apa yang dilihat ataupun didengarnya. Primacy. Apa keunggulan yang Anda tawarkan dan itu berbeda dari yang lain? tentunya keunggulan yang memang berdasarkan fakta bukan keunggulan yang dibuat - buat. 2 Ways Communication. Hindari peserta kegiatan berkata, "bosan ah, pembicaranya terus yang ngomong, kita kaga dilibatkan". Bangunlah hubungan timbal balik yang sehat dengan peserta. Komunikasi dua arah bukan hanya sekedar tanya dan jawab, namun juga perhatikan bahasa tubuh (body language) Anda.

Feedback. seseorang mengikuti kegiatan yang Anda buat tentunya dengan harapan tertentu dan umumnya karena ingin mendengar orang lain mengatakan sesuatu yang telah terjadi atau berubah dari diri mereka. Ada perubahan - perubahan yang lebih baik yang mereka perlihatkan kepada orang lain di sekitar mereka. Active Learning. Orang dewasa akan mudah merasakan bosan apabila terus menerus hanya mendengar dan melihat seseorang berbicara. Kalau acara yang Anda buat adalah pelatihan, makan menjadi penting setiap peserta BERLATIH melakukan sesuatu. Multi Sense Learning. Dalam satu kegiatan, manfaatkan keseluruhan panca indra sebagai modal dasar setiap peserta untuk berkembang dan menjadi lebih memahami materi yang akan Anda berikan. Excercise. Dari semua yang dipaparkan di atas, maka hal yang paling penting bagi orang dewasa saat belajar adalah LATIHAN. Misal, apabila memberikan pelatihan Logosynthesis (salah satu teknik terapi), maka setelah pelatihan setiap peserta sudah mampu untuk melakukan terapi Logosynthesis.

Knowledge is a treasure,

but practice is the key to it

Lao Tzu

#orangdewasa #belajar #pelatihan #trainer #kompetensi #pengembangandiri #sandikartasasmita

0 views

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic