Smiling Depression

Updated: Dec 4, 2019


"Jangan menilai buku dari sampulnya"

Seberapa sering kita mendengar orang mengatakan pernyataan tersebut? Pernyataan itu memang kita percaya bahwa jangan menilai orang dari apa yang terlihat, namun seringkali juga kita terjebak dalam penilaian tersebut. Misal, "Kok bisa sih? dia kan kaya, terkenal, hebat, kelihatannya bahagia dan selalu tersenyum, kok bisa sih bunuh diri?" Kasus-kasus bunuh diri yang dilakukan beberapa tokoh publik membuat masyarakat tercengang dan tidak menyangka hal tersebut dapat terjadi. Kita melihat dari luar bahwa mereka dapat melakukan aktivitas umum dan berfungsi selayaknya manusia sehat lainnya. Akan tetapi, sebenarnya mungkin saja mereka mengalami tekanan mental dan sedang berjuang untuk melawan pikiran - pikiran negatif yang membuat mereka terjebak dalam kondisi depresi. Berdasarkan catatan WHO, 300 Juta orang di muka bumi ini mengalami depresi. Kenyataanya lagi, depresi yang dialami oleh seseorang belum tentu memperlihatkan ciri yang sama dengan kondisi depresi yang dialami oleh yang lain. Bahkan mungkin banyak juga diantara kita yang tidak menyadari bahwa kita pun sedang mengalami kondisi depresi. Kita masih dapat tersenyum dan tetap bersosialisasi seperti biasanya. Bila kondisi ini terjadi, kemungkinan kita terkena yang namanya "Smiling Depression"

Smiling Depression adalah kondisi dimana kita tersenyum padahal sangat tertekan di dalam dan kita menyembunyikan perasaan ini karena tidak ingin terlihat buruk dan hanya ingin menampilkan diri seakan-akan bahagia. Apabila seseorang mengalami kondisi depresi, maka akan banyak teman-teman yang ingin membantu, sedangkan yang mengalami kondisi ini? siapa yang menyangka bahwa kita dalam kondisi tertekan. Kondisi ini dapat terjadi karena sulit bagi yang mengalami untuk mengakui bahwa kondisi kita memang tidak baik dan membutuhkan bantuan. Membutuhkan bantuan artinya kita dalam kondisi lemah dan saya tidak mau terlihat lemah di depan orang lain. Selain itu, kemungkinan Ini adalah salah satu bentuk pertahanan diri yang dilakukan oleh orang yang mengalaminya.

Penyebab seseorang mengalami keadaan tersebut dapat beragam. Pada umumnya karena mereka memiliki keyakinan bahwa mereka tidak cukup baik, berusaha menjaga citra diri, memiliki perasaan yang hampa, memiliki harapan yang tinggi namun tidak dapat terpenuhi. Akibatnya mereka berusaha untuk melakukan sesuatu dengan sempurna dan berusaha untuk dapat mengendalikan orang lain melakukan seperti apa yang mereka mau atau inginkan. Orang - orang yang memiliki perfeksionis tinggi akan lebih mudah mengalami depresi karena menetapkan standar yang tinggi dan terkadang kurang realistis untuk dapat dipenuhi, baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Lalu bagaimana sebaiknya? Ada baiknya kita perlu mewaspadai tanda - tanda apabila mengalami kondisi depresi. Langkah paling tepat adalah mengakui perasaan sendiri dan tidak perlu menyangkal. Tidak ada yang salah dan buruk apabila memiliki perasaan yang tidak nyaman, tidak berdaya dan membutuhkan bantuan orang lain. Langkah berikutnya adalah mencari orang lain yang dapat membantu, bisa teman, orang tua atau profesional dalam bidang kesehatan mental dan tentunya tidak lupa untuk berdoa.

Tangerang, 9 Juni 2018

Note : RIP untuk orang-orang yang sudah melakukan tindakan bunuh diri

#depression #suicide #publicfigure #death #smilingdepression

0 views

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic