Teknik Membuka dan Menutup Presentasi yang Memukau


"Melakukan presentasi itu sebenarnya mudah dan menyenangkan asalkan memahami cara yang jitu dan tepat."

Kemudahan dan perasaan menyenangkan tersebut akan muncul saat melihat peserta antusias mendengarkan dan melihat apa yang sedang Anda bahas, kan. Namun, sayangnya terkadang hal seperti itu jarang terjadi dan lebih cenderung peserta terlihat acuh tak acuh saat Anda berada di depan sementara itu Anda akan semakin gugup karena melihat respon peserta di hadapan Anda. Lalu apakah ada cara yang mudah dipelajari dan dilakukan untuk membuat peserta menjadi antusias dan bersemangat mendengarkan Anda? Melihat Anda melakukan presentasi dan mengikuti instruksi demi instruksi yang diberikan kepada mereka? ADA ... TENTU ADA TEKNIK nya

Sebelum membahas cara yang jitu, maka ada baiknya memahami apa yang dikatakan oleh Sun Tzu (Beliau adalah ahli strategi perang, penulis dan filsuf pada masa tiga negara, dan beliau dari daerah Wu. Pemikiran beliau banyak dipakai untuk pengembangan bisnis pada masa sekarang) :

"Siapa yang mengenal lawan dan mengenal diri sendiri dan medan perangnya tidak akan terkalahkan dalam seratus pertempuran"

Artinya apa? artinya, saat Anda mau melakukan presentasi, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu karakter diri sendiri, siapa saja yang akan menjadi peserta dan di mana Anda akan berbicara. Setelah memahami itu semua, barulah dirancang teknik pembukaan atau penutupan yang akan membuat peserta terus mendengar dan menatap Anda sebagai seorang presenter. Pada saat Anda sudah memahami ketiga kondisi tersebut, maka Anda dapat memahami apa yang ingin para peserta dengar dari Anda, apa yang ingin mereka ketahui dan dapatkan dari Anda.

Berikut ini 6 cara yang dapat Anda pakai untuk membuka satu presentasi.

  1. Membuat Cerita​

Baiklah Bapak dan Ibu sekalian, sebelum kita memulai sesi kita pagi ini mengenai "keberanian" saya akan menceritakan mengenai kisah seorang ibu yang menolong anaknya. Pada dasarnya orang senang mendengarkan cerita. Pada saat Anda bercerita sebenarnya, Anda sudah memasukan informasi - informasi yang terkait dengan apa yang akan dibahas selama sesi berlangsung. Oleh karena itu, peserta akan terhanyut dengan cerita yang Anda lakukan dan menanti kelanjutan cerita dalam materi yang dibawakan oleh Anda.

  1. Humor

Pada saat Anda ingin menggunakan teknik ini, ada baiknya Anda paham benar kompetensi Anda untuk dapat menceritakan hal - hal yang lucu atau dapat menggunakan teknik standup comedy.

Note : Pernyataan Cak Lontong di ITS, menyegarkan namun sarat makna.

  1. Kutipan.

Menggunakan kutipan juga dapat dipakai sebagai pembukaan dari presentasi yang akan Anda lakukan. Gunakan kutipan dari orang yang memang dikenal banyak orang atau jelaskan siapa orang yang Anda kutip pernyataannya bila khawatir, peserta belum tentu mengenal tokoh tersebut (Seperti yang saya lakukan mengenai Sun Tzu)

  1. Data atau Fakta.

Saat menggunakan data atau fakta yang akan disampaikan pahami benar bahwa data tersebut benar dan dari sumber yang dapat dipercaya. Apabila tidak, maka yang akan terjadi adalah perdebatan yang tidak perlu dan akhirnya materi presentasi yang akan Anda bawakan menjadi rusak.

  1. Pertanyaan.

Pertanyaan dapat Anda ajukan pada saat pembukaan, seperti "Tahukah Anda berapa jumlah kata yang dapat dibaca seseorang dalam 1 menit?" pertanyaan tersebut akan mengajak peserta berpikir semenjak awal berapa ya jumlah angka yang benar? lalu setelah mengetahui jawabannya, data dari pertanyaan tersebut dikaitkan dengan Cara Jitu Membuat Script Presentasi yang memukau.

  1. Pantun

Penggunaan pantun dapat juga dilakukan untuk menarik perhatian peserta kita. Sesuaikan juga tentunya dengan apa yang akan kita bahas dalam presentasi.

"Jalan - jalan untuk rekreasi

Tidak lupa membawa tali

Kalau mau belajar Presentasi

Belajar saja dari yang ahli"

Tentunya dengan memahami diri sendiri, Anda akan paham mau menggunakan teknik yang mana? Apabila Anda mengetahui bahwa tidak memiliki selera humor yang baik, jangan menggunakan humor untuk membuka suatu presentasi. Apabila Anda lakukan itu, itu artinya Anda telah membuka "NERAKA" pada awal presentasi.

Lalu bagaimana dengan penutupan dalam sebuah presentasi? Pada saat Anda akan membuat penutupan presentasi, Anda dapat menggunakan ke 6 cara seperti pembukaan, namun khusus penutupan gunakan cara ke 7 yaitu Call To Action. Call To Action menjadi sangat penting dari penutupan presentasi karena kondisi ini membuat Anda meminta peserta melakukan sesuatu seperti yang Anda Inginkan.

Tentu saja semua yang Anda baca dari awal akan kurang berguna bila tidak dilakukan, seperti kata Lao Tzu :

"Knowledge is a treasure,

but practice is the key to it"

Jadi, tunggu apa lagi? yuk semua berlatih dan berlatih untuk menjadi yang terbaik

#presentation #pembukaandanpenutupan #carajitu #Calltoaction

0 views

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic