Terbukti, ternyata yang mengatur kebahagiaan adalah ....


"Kebahagiaan berasal dari dalam diri sendiri, bukan dari luar diri"

Setiap orang pasti ingin bahagia dan tentunya berusaha untuk mencari jawaban agar hidupnya menjadi bahagia. Sebenarnya, apa itu bahagia? Bahagia adalah perasaan subyektif yang dirasakan oleh masing-masing individu. Tidak ada yang sama antara satu orang dengan orang yang lain dalam merasakan kebahagiaan. Ada yang merasa bahwa memiliki uang banyak akan bahagia, ada yang mengatakan bahagia apabila dapat bersama orang - orang yang dicintai, ada yang mengatakan bahagia saat melihat orang lain bahagia dan seterusnya. Tidak ada yang keliru dari jawaban-jawaban yang berbeda tersebut karena setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk merasakan bahagia. Walaupun apakah itu kebahagiaan yang abadi atau sementara. Namun, bagi yang bersangkutan, moment tersebut adalah moment yang membahagiakan.

Apabila memandang kebahagiaan seperti itu, lalu, apa yang membuat perasaan bahagia itu ada? Perasaan itu akan muncul saat kita menerima satu stimulus (apakah melihat, mendengar, merasakan) dan penerimaan kita terhadap stimulus tersebut akan diolah dalam otak kita berdasarkan beberapa filter, seperti intention, pengalaman, keyakinan dan sebagainya. Hasil dari olahan tersebut barulah akan berubah menjadi perilaku.

seperti ilustrasi diatas, maka kita dapat melihat kalau Stimulus / input yang masuk ke dalam diri kita sebenarnya berupa VAKOG dan diproses dalam otak kita sehingga menghasilkan output berupa perilaku yang terlihat oleh orang lain. Sebenarnya, pada saat informasi tersebut masuk ke dalam diri kita, informasi tersebut merupakan sesuatu yang bersifat netral. Namun apabila diperhatikan lebih lanjut, maka informasi yang netral tersebut diolah dalam otak kita melalui beberapa mekanisme tersendiri, antara lain ada filter - filter yang membuat stimulus netral menjadi berubah. Pedekatan NLP (Neuro Linguistic Programming - apa itu NLP? silahkan klik disini) mengungkapkan bahwa salah satunya adalah adanya beliefs.

Beliefs atau keyakinan mengenai sesuatu akan memberikan makna kepada stimulus yang netral menjadi tidak netral lagi. Berdasarkan beliefs tersebut, maka muncul perasaan terhadap stimulus yang netral. Apakah stimulus itu menjadi sesuatu yang dapat membuat kita sedih atau senang, menyenangkan atau tidak menyenangkan, membahagiakan atau tidak membahagiakan dan lain-lain.

Apabila kita memahami kondisi ini, maka saat ini tentunya kita menjadi lebih tahu bahwa yang membuat kita bahagia adalah sesuatu yang ada dalam diri kita sendiri, bukan dari luar diri. Segala sesuatu yang berasal dari luar diri adalah sesuatu yang netral dan kita sendiri yang memaknai berdasarkan kepercayaan kita sendiri.

Oleh karena itu, bila ingin bahagia, hal utama yang perlu diubah adalah pikiran kita sendiri, diri kita sendiri, bukan mengubah lingkungan atau sesuatu yang berasal dari luar diri kita sendiri.

Jakarta, 2 April 2018

#NLP #happiness #positive #empowerement #self

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic