Arghhhh


"Kesel banget rasanya, WA yang dikirim cuma di baca dan tidak dibalas sama sekali !!!!

Padahal dia online loh, tapi buat menjawab aja tidak mau, maunya apa sih???"

Pernah mengalami hal yang serupa? atau bahkan lebih buruk dari kondisi tersebut? bisa jadi hal tersebut merupakan pengalaman keseharian yang kita alami atau minimal pernah mendengar teman, saudara ataupun kerabat kita mengalami hal yang sama.

Saat ini, dimana teknologi sudah berkembang dengan sangat cepat, berbagai hal yang pada beberapa tahun lalu tidak dapat dilakukan sudah dapat dilakukan bahkan melebihi perkiraan kita semua. Termasuk pengiriman dan penerimaan pesan dari berbagai aplikasi sosial media membuat kita menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi, termasuk menerima balasan dari orang yang menerima pesan kita. Sehingga saat kita mengirim pesan dan sudah dibaca namun belum dibalas, maka kemungkinan pernyataan seperti diatas akan keluar dari mulut kita.

Tapi, tahukah kita bahwa sebenarnya bisa saja kejadian yang sesungguhnya bukan seperti apa yang ada dalam pikiran kita saat orang yang menerima pesan kita, sudah membaca tetapi belum membalasnya? Terdapat banyak kemungkinan yang membuat orang tersebut belum membalas. Bisa saja, setelah membaca, dia harus dipanggil atasan dan belum sempat membalas, bisa saja setelah membaca tiba-tiba sakit perut yang tidak tertahankan dan masih banyak kemungkinan lainnya. Namun, kita sudah berpikir bahwa orang yang menerima pesan kita dan BELUM membalas pesan tersebut karena memang TIDAK MAU membalasnya.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan kita sehingga dapat berpikir bahwa orang yang menerima pesan tidak mau membalas? Hal tersebut dapat terjadi karena saat kita menerima respon (melihat tanda bahwa sudah dibaca dan belum dibalas), bisa saja otak kita misalnya langsung mengambil Historical file (memories) yang ada dalam diri kita langsung mengakses ingatan-ingatan mengenai penolakan dari seseorang dan hal tersebut akan memengaruhi state (kondisi/keadaan diri kita) sehingga akan menghasilkan satu perilaku akibat dari melihat tulisan "Read" di pesan singkat yang dikirim namun belum dibalas.

Oleh karena itu, salah satu presuposition dari NLP (Neuro Linguistic Programming) adalah "The Map Is Not The Teritory" artinya apa? Artinya kita sebaiknya tidak mengambil keputusan secara langsung untuk sesuatu yang dilihat, dirasa, didengar karena semua itu mungkin saja bukan kebenaran akan suatu kejadian.

"Apa yang terjadi didalam otak kita mengenai suatu peristiwa sebenarnya belum tentu peristiwa itu sendiri tetapi hanya PERSEPSI kita mengenai kejadian tersebut."

Dampak dari kondisi tersebut, maka kita berpikir (persepsi) bahwa orang itu tidak mau membalas pesan kita karena dia (a) tidak suka sama saya, (b) dia lagi marah sama saya, (c) dia sudah tidak perduli lagi sama saya dan seterusnya. Apakah benar demikian? belum tentu kan. Namun, karena kita meyakini (apakah a, b, c atau yang lain) bahwa orang yang tidak membalas pesan kita dan hanya membacanya, maka kita harus melakukan hal yang sama kepada orang tersebut. Akibatnya hubungan menjadi tidak baik bahkan memburuk dan kemungkinan menjadi putus hubungan.

Apakah itu yang kita inginkan? apakah itu yang sebenarnya mau kita perlihatkan? ataukan itu hanya karena diri kita sendiri yang membuat sesuatu yang seharusnya tidak terjadi menjadi terjadi? Kalau memang sudah terjadi dan seringkali kita melakukan hal tersebut bagaimana? Ya, mulai hari ini kita belajar untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan kondisi tersebut. Semua yang terjadi adalah pembelajaran bukan suatu kesalahan.

Mari mulai hari ini, kita lebih bijaksana dalam bersikap.

Jakarta, 28 Maret 2018

#planning #NLP #Map #presuposition #empowerement

0 views

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic