Mulai Aja Dulu


Headline dari salah satu perusahaan ecommerce ini begitu mengena untuk saya. Menarik karena kita diajak untuk berani melakukan sesuatu yang memang kita inginkan atau kita mau.

"1000 KM tidak akan pernah tercapai apabila tidak ada langkah pertama"

Jelas, bahwa satu impian, harapan ataupun keinginan tidak akan dapat terwujud apabila tidak ada langkah pertama dan dalam hal ini diartikan menjadi "mulai aja dulu". Terlepas dari keinginan dari perusahaan tersebut untuk menjual produk (karena untuk mulai musti beli barang dan barangnya dibeli di XXX), saya melihat ada sesuatu yang cukup janggal. Kejanggalan tersebut karena memang tanpa sadar kita diajak untuk bermimpi dan melakukan mimpi kita sekarang tanpa pernah diajak berpikir mengenai perencanaan yang matang.

Benar, PERENCANAAN. Saat kita mengejar mimpi kita, keinginan maupun harapan kita namun tidak diikuti dengan perencanaan yang benar, maka tanpa sadar kita sudah merencanakan kegagalan itu sendiri. Mengapa demikian? hal tersebut dapat terjadi karena kita menjadi asal melakukan sesuatu yang kita inginkan untuk meraih mimpi. Seperti akan membeli produk-produk pendukung untuk mewujudkan mimpi tanpa disertai data dan fakta, apakah mimpi tersebut realistik atau tidak, dapat terwujud atau tidak. Lalu kapan akan terwujud, bagaimana mewujudkannya, dst.

Ada satu survey yang menarik dilakukan oleh Mark H McComark. Survey yang dilakukannya dituliskan dalam buku yang berjudul "What They Don't Teach You at Harvard Business School" Dalam buku tersebut disampaikan bahwa ia mengajukan pertanyaan yang sederhana, yaitu : "Apa yang ingin kamu lakukan di masa depan?" pertanyaan yang sangat sederhana, kan.

Apa yang didapatkan dari survey tersebut?

84% menjawab : Saya tidak tahu atau saya tidak punya ide apa yang akan saya lakukan

13% menjawab : Mungkin .... lihat saja nanti deh, saya mungkin A atau bisa jadi B

3% menjawab : Saya tahu pasti apa yang akan saya lakukan untuk masa depan dan bagaimana mewujukannya

Peneliti tersebut melakukan survey kembali 10 tahun kemudian. Ia mendapatkan fakta yang mengejutkan, ternyata : Kelompok 13% yang menjawab ragu-ragu menghasilkan 2x lipat dibandingkan dengan kelompok yang 84% yang menjawab tidak tahu. Lalu bagaimana dengan kelompok yang 3% tersebut? Kelompok ini menghasilkan 10 X lipat daripada kelompok yang menjawab ragu-ragu dan dijumlahkan dengan 84% kelompok yang menjawab tidak tahu. Dari survey tersebut terlihat bahwa dengan adanya perencanaan yang jelas akan menghasilkan lebih banyak (10 X lipat) daripada yang ragu-ragu dan tidak punya perencanaan.

Misalnya, saat seseorang ingin menjadi trainer, tentunya akan mulai membangun mimpi tersebut dengan menonton para trainer saat memberikan materi. Mulai mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat mewujudkan impian tersebut, seperti mengikuti pelatihan "Becoming a Certified Trainer" (diklik untuk menjadi trainer) dan masih banyak pelatihan-pelatihan lainnya.

Semoga impian Anda semua terwujud dengan baik, bukan hanya sekedar memulai tapi tanpa hasil akhir yang jelas.

Jakarta, 5 Februari 2018

Sandi Kartasasmita

#training #self #vision #planning #happiness #Sukses #gagal #failure #Success

0 views

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic