Kebutuhan atau Keinginan


"Hmmmm... ingin sekali rasanya saya memiliki smartphone keluaran terbaru itu. Apabila melihat iklan yang ditampilkan, sepertinya smartphone itu akan menjawab kebutuhan saya dalam melakukan pekerjaan."

Pikiran seperti itu kerap kali muncul di dalam pikiran kita. Entah apapun yang akan dibeli (bisa smartphone, mobil, rumah, mainan, apapun juga bentuknya) akan membuat kita jadi penasaran bila belum memilikinya. Sebenarnya, benarkah kita memerlukan benda tersebut? Apakah benar kita membutuhkan benda tersebut atau hanya ingin memiliki benda tersebut?

Kedua hal tersebut akan memberikan dampak yang jauh berbeda pada akhirnya. Keputusan kita untuk membeli sesuatu apabila didasarkan pada kebutuhan akan memberikan dampak lebih besar dalam kehidupan daripada dasar membeli karena keinginan. Keinginan sebenarnya dapat ditunda untuk jangka waktu tertentu, namun tidak dapat ditunda bila itu satu kebutuhan.

Misalnya, setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya makanan, kan. Tidak ada manusia yang tidak butuh makan. Bahkan semua mahluk hidup di dunia ini membutuhkan makanana sebagai salah satu sumber kehidupan. Saat kita butuh makan, terpenting adalah adanya makanan yang masuk ke dalam perut sehingga kita tidak lagi merasakan lapar. Namun, makanan apa yang masuk ke dalam tubuh, bisa jadi tergantung keinginan kita. Keinginan untuk makan makanan dari negeri Sakura, atau negeri Ginseng bahkan makanan dari Tanah Air, tentu akan membawa kita mencari makanan jenis tersebut, kan. Namun, bila tidak dapat menemukan atau belum dapat memakan jenis makanan yang sesuai keinginan, bukan berarti kita tidak makan, kan.

Dalam hidup ini, bukan hanya masalah makanan saja yang menjadi kebutuhan. Banyak kebutuhan-kebutuhan lain yang memang harus dilakukan agar dapat melangsungkan kehidupan, tetapi lebih banyak lagi keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.

Pada saat ini, maka mulailah muncul rasa tidak nyaman dalam diri karena tidak dapat memenuhi keinginan bukan memenuhi kebutuhan. Bahkan untuk memenuhi keinginan, manusia rela dan berani melakukan berbagai cara agar dapat memperoleh keinginan tersebut. Cara yang dilakukan bahkan terkadang cara-cara yang bertentangan dengan hukum, baik hukum adat, hukum negara dan juga hukum agama.

Bila kita melakukan itu, tanpa disadari kita telah terjebak dalam lingkaran penderitaan karena hanya berputar-putar memikirkan keinginan. Jebakan tersebut hanya akan membuat kita menjadi menderita. Nah, pilihan ditangan kita, kita memilih untuk menderita atau tidak. Menderita karena terlalu fokus pada keinginan, bukan memenuhi kebutuhan.


0 views

Morphosa

  • morphosa
  • LinkedIn Social Icon
  • c-facebook
  • Twitter Classic